Wednesday, November 23, 2016

Definisi Kalam Fasih

Definisi Fasih Ilmu Balaghah
Definisi Kalam Fasih menurut ilmu Balaghah, antara lain :

1. Di antara syair Arab, ada yang berbunyi sebagai berikut :

كريم متى امدحه امدحه والورى * معى واذا لمته لمته وحدى

(Jika aku memuji orang mulia , maka aku memujinya bersama-sama orang banyak, tetapi aku mencelanya,maka aku mencelanya seorang diri).

Pada syair ini ada kalam amdah-hu-amdah-hu yang terasa berat mengucapkannya. Kalam seperti ini tidak fashih, karena rangkaian kata-katanya menimbulkan tanafur (tanafurul kalimat) yakni susah diucapkannya. Karenanya, kalam fashih itu harus terhindar dari tanafurul kalimat.

Kalam lain yang menjadi contoh  juga tentang tanafurul kalimat adalah syair di bawah ini:

وقبر حرب بمكان قفر * وليس قرب قبر حرب قبر

(Kuburan Harb pada tempat sunyi, dekat kuburan Harb tidak ada sebuah kuburanpun).

 Kalam pada satar kedua berat diucapkannya. Hal ini disebabkan terkumpulnya kata-kata qurba, qobrin, harbin dan qobru sekalipun jika diucapkan secara terpisah-pisah tidak menjadi berat.

2. Ada lagi kalam syair yang berbunyi sebagai berikut :

جزى بنوه أباالغيلان عن كبر

(Telah membalas anak-anaknya kepada Abalgailan karena tuanya).

Kata banuuhu adalah fa'il yang harus didahulukan, baik ucapannya maupun kedudukannya, sedang kata Abalgailan adalah maf'ul yang harus diakhirkan baik ucapan maupun kedudukannya. Dari kata banuuhu ada dlomir yang kembali kepada "Abalgailan". Kembali dlomir kepada yang akhir segala-galanya, yakni ucapan dan kedudukannya. Hal seperti ini menyalahi peraturan Ilmu Nahwu. Setiap yang menyalahi peraturan Ilmu Nahwu, tidak fashih. Karenanya kalam fashih itu harus terhindar dari Mukholafatulqanuninahwi. Supaya kalam tersebut fashih, harus dirubah menjadi : 

جزى أباالغيلان بنوه

3. Ada lagi syair yang berbunyi seperti di bawah ini:

جفخت وهم لايجفخون بها بهم * شيم على الحسب الأغرد لائل

 (Membesarkan padahal mereka tidak merasa besar dengannya kepada mereka, budi pekerti atas kebangsawanan yang cemerlang menunjukkan).


 Susunan kalam seperti ini tidak dapat dimengerti maksudnya, disebabkan mendahulukan yang seharusnya diakhirkan dan sebaliknya. Susunan yang benar harus berbunyi sebagai berikut :

جفخت بهم شيم دلائل على الحسب الأغر وهم لايجفخون بها

(Telah membesarkan kepada meraka budi pekerti yang menunjukkan kebangsawanan yang cemerlang dan tinggi, tetapi meraka tidak merasa besar karenanya). 

 Susunan kalam seperti di atas tadi, tidak fashih, karena sulit difahami artinya, yang dalam bahasa Arab disebut Ta-qied. Jika dalam bahasa Indonesia ada susunan kalam seperti: Alat-alat rumah membeli saya ke pasar pergi untuk; tentu kita sulit memahaminya. Padahal susunan kalimat yang baik berbunyi: Saya pergi ke pasar untuk membeli alat-alat rumah. Dengan mudah kita akan mengerti tujuannya. Karena kalam fashih itu harus terhindar juga dari ta'qied.

Termasuk ta'qied juga kesalahan menggunakan kata, seperti:

 نشر الملك ألسنته

Raja menyebarkan lidah-lidahnya); sedangkan yang dimaksud mata-matanya, yang dalam bahasa Arab harus berbunyi :

 نشر الملك عيونه

Kalimat sejenis ada juga yang dikatakan orang dalam bahasa Arab sebagai berikut:

 لاتتكلم بشيء ينشأ عنه مفهوم مخالفة

sedangkan yang dimaksudkan adalah: Janganlah kamu berkata sesuatu yang akan menimbulkan salah faham. Padahal sebetulnya harus berbunyi: 

 لاتتكلم بشيء ينشأ عنه سوء التفاهم

Kesimpulan Ta'rif:
Untuk lengkapnya ta'rif kalam fashih itu ialah : Kalam yang terhindar/bersih dari:
1. Tanafurul kalimat (تنافر الكلمات) sulit mengucapkan kata-kata.
2. Mukholafah liqonuniaaahwi (مخالفة لقانون النحو) menyalahi Ilmu Nahwu.
3. Ta'qied (تعقيد) sulit memahami artinya 



Previous Post
Next Post

0 komentar: