Sunday, March 19, 2017

Apakah Oli Motor Harus Diganti atau Ditambah?

Salam Blogger, by alfakir Hendi Cahyadi
Hal ini saya sengaja tulis pada posting blog, namun bukan berdasar pada keahlian atau pengetahuan pribadi karena saya sendiri bukan seorang montir, mekanis, apapun itu keluaran dari jurusan permesinan. Tapi peristiwa ini saya ambil dari kebiasaan saya selama 1 tahun kebelakang.

Oke, sebagai tambahan atas artikel ini, saya memiliki 2 motor yaitu vario dan smash, dengan tujuan dan fungsi berbeda. Vario saya gunakan untuk keperluan jarak jauh seperti berlibur keluar kota atau pulang kampung untuk silaturahmi dengan orang tua. Jadi kemungkinan motor ini jarang sekali dipakai, ya paling 2 kali sebulan. Sedangkan motor smash digunakan untuk keperluan jarak pendek seperti nganter istri ke sekolah, belanja ke pasar, borma, pasar minggu di unpad, atau jalan-jalan ke kota bandung, dan cek kontrkan di cileunyi klo ada yang mwu bayar atau survey. Meskipun jarak pendek tapi motor ini sering sekali digunakan dalam seminggu.

Nah dengan kegunaan dari masing-masing motor, klo saya mengikuti aturan kebiasaan orang-orang yang ganti oli katanya 1 bulan sekali. Waduh berarti bakal mubadzir donk oli, karena baru dipake beberapa kali atau jarak tempuh pendek/dekat, harus udah ganti oli lagi karena udah 1 bulan. Awalnya sich iya saya ganti oli, tapi ternyata saya, ketika saya cek, turunkan olinya-keluarin, ternyata oli masih banyak sob. Masa iya sih harus diganti.
Berprinsip pada "mubadzir" dan "hemat dompet" akhirnya saya berinisiatif untuk tambah olil aja deh. Tapi apakah hal ini tidak merusak motor? lebih nya lagi merusak bagian sehernya yang bergerak di dalam mesin diliputi dengan olie.

Karena rasa takut ini, kasihan donk seher yang harganya mahal bgttt apalagi merek suzuki. Terkadang saya cek, tingkat kualitas kekentalan oli setiap 5 hari sekali, baik yang sudah lama dipake, baru di-pake atau bahkan baru beli oli baru. Ternyata terdapat perbedaan yang mungkin pasti bisa mempengaruhi terhadap kualitas mesin juga. Ini dia perbedaannya :

1. Oli baru : licin bangetttt + halus tidak tercampur kotor apapun seperti debu, bersih mengkilah warna kuning deh. Coba buktikan dengan ambil dikit oli baru, tergeleng-geleng dengan jari jempol dan telunjuk. Wow licin enak nyaman di jari.

2. Oli lama / bekas pake : jangankan udah sebulan sob, baru dipake 1 minggu aja warna pasti udab berubah jadi hitam bgt. Kurang licin, terasa ketika digeleng-geleng antara jari itu terasa ada kotoran/tercampur kotoran (inggrisnya geursak). Lebih cair, jadi sudah berkurang kualitas lengketnya. sehingga oli bekas ini mudah keluar dari box mesih klo ada sedikit lubang bocor.

Nah sob setelah ada referensi dan mengerti sedikitnya tentang kualitas oli, sekarang klo ada pertanyaan apakah boleh oli ditambah (tidak diganti) ? jawab menurut saya, boleh saja, dan tidak apa-apa ko.Tapi tolong perhatikan hal hal berikut ini ketika kita terbiasa dan akan membiasakan untuk tambah  oli motor :
1. Perhatikan ukuran oli yang ada di box mesih janga sampai terlalu banyak, dimana ukuran pasaran adalah 0.8 liter. Caranya silahkan masukkan alat ukur /  kawat penutup oli, jangan di putar, terus angka lagi kawatnya, lihata apakah oli yang ada didalam berada di atas atai dbawah garis pengukur (yang ada pada kawat). Ya kira-kira aja sob jangan takut ko dengan kebanyakan atau terdikit juga. Ntar juga bisa memprediksi sendiri

2. Cek kekentalan oli yang ada di box mesin, dengan cara masukan kawan penutup oli, keluarin lagi kawatnya, jilat dengan jari oli yang menempel pada  kawat tersebut. Goyangkan jari anda dan rasakan dengan hati, apakah masih ada tingkat kekentalannya atau sudah cari banget, apakah sudah tercampur dengan kotor atau masih bersih.

3. Saya harap meskipun tambah oli dibolehkan, tapi klo sudah berbulan-bulan, katakan sudah 5 bulan, diharapakn ganti oli donk sekali-kali.Supaya mesin merasakan makanan yang update terbaru.

4. Oli matik dan bebek, sebenarnya agak berbeda dari tingkat kekentalannya, tapi tidak mengapa ko disatukan untuk menabah oli.



Previous Post
Next Post

0 komentar: