Thursday, May 11, 2017

Bagaimana Dedi Mulya Membangun Pendidikan Karakter & Agama Untuk Pelajar Purwakarta

PURWAKARTA - Ada pemandangan berbeda dalam sistem pengajaran di SD dan SMP di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, selama Dedi Mulyadi memimpin.‎ Ya, setiap Jumat ada pengkajian kitab suci agama yang diakui negara di sekolah tersebut.

Ini merupakan pelajaran tambahan bagi pelajar di sana. Saat ini, mereka wajib mengikuti pelajaran mengenai pendalaman baca tulis kitab sesuai agama masing-masing di sekolahnya, sebuah program kurikulum kultur yang merupakan implementasi dari kebijakan pendidikan berkarakter.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi pagi tadi meninjau langsung ke setiap sekolah untuk memastikan jika program yang digulirkannya sejak awal tahun itu berjalan baik. Salah satu sekolah yang didatanginya adalah SDN Ciwangi, Desa Ciwangi, Kecamatan Bungursari.

Pantauan Okezone, Jumat (12/5/2017), ‎para pelajar Muslim kelas IV dan VI terlihat mempelajari kitab kuning Safinatun Najah yang ditulis oleh Syaikh Salim bin Sumair Al Batawi dan Syaikh Nawawi Al Bantani. Yang dibahas dalam kitab tersebut ada dua hal, yakni ushuluddin atau dasar-dasar ibadah dan ubudiyyah dasar atau tata cara ibadah mahdlah.

Tak hanya itu, para pelajar nonmuslim pun terlihat sedang belajar pendalaman baca tulis kitab sesuai agamanya masing-masing di ruangan berbeda. Mereka, dipandu seorang guru agama. Sang guru membaca kemudian menjelaskan isi kalimat per kalimat dalam kitab tersebut.

"‎Program pelajaran baca tulis kitab ini sudah berjalan sejak awal tahun lalu," ujar Dedi kepada Okezone, Jumat (12/5/2017).

Dedi menjelaskan, selain tambahan pelajaran bagi siswa dari sisi keagamaan, dalam program ini pemerintah pun sekaligus memberikan ruang kepada para guru rohani dari seluruh agama yang diakui negara, untuk menjadi tenaga pengajar di sekolah milik pemerintah daerah.

"Alhamdulillah, sudah berjalan dengan baik. Anak-anak sudah terlihat makin pintar dalam hal baca tulis kitab," jelas dia.

Di tempat sama, Solihah guru ngaji kitab kuning di SDN itu menjelaskan, ‎pengajaran kitab kuning ini dilakukan selama dua jam pelajaran dalam satu minggu. Memang, awalnya para pelajar ini sedikit kesulitan. Kendalanya, ada sebagian anak-anaknya masih belum lancar membaca Alquran.

"Tapi untuk anak-anak yang sudah lancar membaca Alquran, mungkin cepat dalam menangkap pelajaran yang diberikan. Alhamdulillah, hampir seluruh siswa sudah bisa mempelajarinya," katanya.

My center site
Previous Post
Next Post

0 komentar: