Sunday, May 14, 2017

Omesh Menangis, Karena Istri Kesakitan saat Melahirkan

VIVA.co.id – Ananda Omesh semakin sayang dengan sang istri, Dian Ayu Lestari setelah menyaksikan proses kelahiran anak keduanya. Hal itu karena melihat proses kelahiran sang istri yang lebih berat pada kali kedua ini.

"Saya lihat sendiri perjuangan Ayu dari awal sampai akhir, lebih sangat besar dibandingkan waktu kelahiran Embun (anak pertama)," ujar Omesh kepada media di Kemang Medical Care, Jakarta, Senin, 15 Mei 2017.

Omesh menceritakan air ketuban Ayu saat itu sudah keluar pada 12 Mei 2017 pukul 12.00 WIB. Namun, kontraksi terjadi lambat hingga 13 Mei pukul 13.00 WIB. "Padahal, batasnya untuk kelahiran normal harus 1x24 jam setelah keluar ketuban. Kalau enggak kontraksi 10 sampai 24 jam, bisa kehabisan cairan bayinya di dalam, dan takutnya nanti bisa terjadi hal yang enggak baik buat bayi," ucapnya.

Akhirnya, bantuan akselerasi atau inkubasi untuk capai kontraksi 10 dilakukan dokter. Kurang lebih hanya satu jam, tindakan itu bereaksi.

"Kata dokter bisa 2-3 jam kontraksi akan terjadi. Tapi nyatanya lebih cepat. Memang katanya itu sih tergantung dari ibunya. Nah, setelah bereaksi kontraksinya cepat banget," ungkapnya.

Ayu pun menimpali, "Sakitnya bukan main. Kalau yang sudah pernah mengalami pasti tahu rasanya. Sakitnya berkali-kali lipat. Ada 10 kali lipat."

Omesh mengatakan sedari itu Ayu histeris kesakitan, berteriak Allahu Akbar sambil meremas tangannya. Ia pun berusaha menguatkan istrinya.

"Mungkin dia lupa caranya menangis. Tapi malah saya yang menangis sambil tetap berusaha menguatkan istri saya yang histeris kesakitan," katanya.

"Seperti kata orang, setiap anak lahir pasti ada ceritanya masing-masing dan dengan menyaksikan proses kelahirannya, saya makin sayang sama istri saya. Benaran ini," katanya.

Omesh dan Ayu dikaruniai anak kedua dengan jenis kelamin laki-laki, yang mereka beri nama Bharata Langit Anandayu, pada 13 Mei 2017. Berat badannya 4 kilogram (kg) dan tinggi 49 sentimeter (cm).


My center site
Previous Post
Next Post

0 komentar: