Saturday, May 27, 2017

Trik BEI Ajak Masyarakat Investasi Saham

Bursa Efek Indonesia (BEI) terus menyosialisasikan gerakan Yuk Nabung Saham kepada masyarakat. Pasalnya, baru 1,25 persen masyarakat yang aktif menjadi investor.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Yogyakarta, Irfan Noor Riza, mengatakan saat ini kepemilikan saham perusahaan Indonesia yang sudah go public, masih didominasi oleh asing, yakni 55 persen.

"Sebelumnya, investor asing punya saham di Indonesia 63 persen. Setahun bergulir program Yuk Nabung Saham, jumlahnya menurun jadi 55 persen. Artinya masyarakat Indonesia masih jadi penonton di negeri sendiri," katanya kepada detikcom, Sabtu (27/5/2017).

Terpisah, Senior Trainer PT Phintraco Sekuritas, Rolly Sugiro, mengajak masyarakat menjadi investor di negaranya sendiri. Dia memaparkan, investasi saham saat ini semakin mudah dan murah. Dengan modal Rp 100 ribu pun masyarakat dapat membeli saham sebuah perusahaan.

"Banyak orang berdemo karena perusahaan Indonesia dikuasai asing, tapi kalau disuruh beli saham enggak mau. Jadi kita ini diserang asing tapi enggak tahu cara melawannya," ujar Rolly.
Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Surakarta, Laksono Dwionggo, membandingkan tingkat inklusi investor pasar modal yang jauh di bawah nasabah perbankan. Dia berharap jumlah investor pasar modal bisa meningkat setara dengan jumlah nasabah perbankan.

"Tingkat inklusi jasa perbankan mencapai 63,63 persen, sedangkan pasar modal hanya 1,25 persen. Target ke depan, paling tidak jumlah keduanya seimbang," pungkas Laksono


My center site
Previous Post
Next Post

0 komentar: