Thursday, June 29, 2017

Proyeksi Harga Minyak Mentah Dunia Dipangkas

NEW YORK, KOMPAS.com - Goldman Sachs menurunkan proyeksi harga minyak mentah untuk kuartal berikutnya. Penyebabnya adalah peningkatan pada pengeboran minyak serpih dan peningkatan produksi secara mengejutkan di Libya dan Nigeria.

Mengutip CNBC, Kamis (29/6/2017), Goldman Sachs memproyeksikan harga minyak dunia rata-rata selama tiga bulan mencapai 47,50 dollar AS per barrel untuk acuan minyak West Texas Intermediate (WTI).

Angka ini turun dibandingkan 55 dollar AS per barrel pada estimasi sebelumnya. Para analis Goldman Sachs memperingatkan, peningkatan produksi di Libya dan Nigeria dapat mengimbangi penurunan pasokan pada kuartal III 2017.

Kedua negara tersebut tidak ikut serta dalam kesepakatan pemangkasan produksi minyak oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC).

"Ini akan menimbulkan risiko bahwa normalisasi pada pasokan tidak akan tercapai ketika pemangkasan OPEC berakhir pada Maret mendatang. Kami ekspektasikan ini akan membuat harga mendekati 45 dollar AS (per barrel) sampai ada bukti adanya penurunan pada jumlah rig minyak horizontal AS, atau pemangkasan produksi lanjutan oleh OPEC," tulis Goldman Sachs dalam laporannya.

Delegasi OPEC mengindikasikan mereka tidak akan buru-buru mengimplementasikan pemangkasan produksi minyak lebih lanjut.

Namun, tekanan dari investor terkait masih banjirnya produksi dapat mendorong OPEC untuk mengambil langkah selanjutnya untuk mendukung pasar pada pertemuan di Rusia bulan depan.

Lembaga Administrasi Informasi Energi AS (EIA) melaporkan pasokan minyak mentah meningkat 118.000 barrel pekan lalu. Sementara itu, level produksi turun 100.000 barrel per hari.

Harga minyak mentah dunia menguat pada perdagangan Kamis siang. Acuan harga minyak Brent menguat 0,8 persen ke level 47,69 dollar AS per barrel, sementara acuan harga minyak WTI menguat 0,94 persen pada kisaran 45,17 dollar AS.
Previous Post
Next Post

0 komentar: