Friday, September 8, 2017

Cara Mendapatkan Long Tail Keyword Dengan Sedikit Artikel



Salam blogger, alfakir HendI Cahyadi
Salah salah keingingan para blogger adalah hanya dengan sedikit artikel tapi memiliki banyak visitor, ini tidak jauh berbeda dengan prinsip ekonomi pengeluaran sedikit pendapatan besar. Siapa sih yang tidak mau. Kita tak banyak buang buang waktu untuk membuat sebanyak artikel tapi ternyata wowo penghasilaan dari Adsense mengalir deras.
 
Tak disangka Keyword " Long Tail Keyword" termasuk salah keyword yang memiliki pencarian google 100-1k dan kompetisi Low.  Maka dari itu, saya kutip beberapa tip bagi Anda mudah-mudahan mengantarkan ke gembar seperti pernyatan tersebut " Long Tail Keyword". Anda tidak denga pernyataan itu, soba buktikan silahkan anda search sendiri di google dengan kata kunci  Long Tail Keyword, lihat di image, akan akan melihat 99% seperti ini :

Silahkan anda renungi maksud dari gambar di atas
mudahan menjadikan blog anda big income

Long Tail Keyword adalah kata kunci turunan dari keyword utama.

Bukan rahasia lagi kalau web baru ingin meranking di SERP harus mengandalkan long tail keyword (kata kunci turunan)  dulu sebelum menembak ke keyword utama. Bukan rahasia juga kalau long tail keyword ini lebih mudah di ranking daripada keyword utama, karena persaingannya yang lebih sedikit.

Masalahnya, jumlah long tail keyword biasanya cukup banyak dengan jumlah pencarian yang rata-rata sedikit, jadi diperlukan ketelatenan dalam menulis artikel yang banyak untuk menembak keyword-keyword turunan ini.

Untuk itu saya tulis 4 cara merampok long tail keyword hanya dengan menggunakan sedikit artikel, agar Anda tidak perlu lagi capek-capek mendongkrak SERP dengan puluhan bahkan ratusan konten yang isi tulisannya kurang lebih sama :D

Cara Pertama: Long Tail Keyword (Kata Kunci Turunan) di dalam Artikel

Cara pertama yaitu dengan memasukkan long tail keyword ke dalam artikel sebagai sub-heading (biasanya h2 atau h3).

Misal artikel Anda menembak kata kunci “cara mencari backlink” maka Anda bisa membuat berbagai sub-heading untuk turunannya seperti cara mencari backlink manual, cara mencari backlink gratis, cara mencari backlink dofollow, cara mencari backlink berkualitas dan sebagainya. Dari sub-heading ini bisa di sub lagi seperti misalnya cara mencari backlink gratis .edu, cara mencari backlink gratis .gov, dan sebagainya.

Atau misal Anda menembak keyword “model baju hamil kerja “, maka Anda bisa membuat sub-heading seperti model baju hamil kerja perawat, model baju hamil kerja kantor, model baju hamil kerja muslim, model baju hamil kerja batik dan sebagainya.

contoh long tail keyword model baju hamil kerja 

Cara ini membutuhkan kerja ekstra di bagian pemilihan keyword turunan dan penulisan artikelnya. Rata-rata artikel jenis ini mempunyai panjang lebih dari 400 kata karena membutuhkan penjabaran untuk tiap-tiap sub-heading. Sisi positifnya, artikel yang berhasil meranking dengan cara ini biasanya mempunyai posisi yang cukup stabil di search engine.

Cara Kedua: Long Tail Keyword (Kata Kunci Turunan) di dalam Gambar

Cara ini lebih mudah, cepat dan tidak terlalu njelimet dalam proses riset keyword. Tinggal cari gambar-gambar yang related dengan keyword-keyword turunannya, kemudian sebar di sepanjang artikel. Jangan lupa untuk memasukkan keyword turunan tersebut di bagian alt image.

Tambahkan juga di bagian caption dan deskripsi jika Anda mau bercapek-capek ria :)

Mau index lebih banyak ? setting file tujuan ke attachment. Tapi hati-hati jika dipakai adsense karena jika tanpa auto deskripsi maka halaman attachment Anda akan menampilkan gambar saja (tanpa konten teks).

Niche yang cukup potensial menggunakan cara kedua ini adalah niche yang membutuhkan banyak gambar seperti fashion, gaya rambut, otomotif, wallpaper dan sebagainya.

Dan dari trend yang saya amati, banyak blog-blog adsense lokal yang meranking menggunakan cara ini. Apakah Anda salah satu diantaranya ? :D

Cara Ketiga: Long Tail Keyword (Kata Kunci Turunan) di Generate dari STT2

Cara ini lebih mudah lagi. Tapi hanya untuk risk takers. Download pluginnya di google. Kemudian pasang incoming search terms nya di bagian bawah artikel. Agar tidak terlalu spamming, biasanya saya hanya membatasi sampai 10 keyword yang tampil per halaman.

Jika Anda takut di penalty Google karena keyword stuffing, maka lewati cara ini. Saya sendiri sampai sekarang alhamdulillah fine-fine saja dengan plugin kebanggaan anak negeri ini :D Untuk blog adsense mungkin plugin ini kurang aman karena sifatnya yang auto generated.

Cara Keempat: Long Tail Keyword (Kata Kunci Turunan) di dalam Anchor Text backlink (off-page)

Cara ini sekaligus untuk meminimalisir penalty issue karena backlink yang berlebihan dari exact match anchor text. Dengan menggunakan anchor text dari long tail keyword, anda juga bisa mengurangi porsi generic keyword seperti click here, read more, klik disini, visit this site dan sebagainya.

Jangan lupa untuk tetap menambahkan variasi anchor text lain seperti branded, naked, partial, LSI hingga image anchor text (backlink di dalam gambar).

Kesimpulan

Membangun website baru membutuhkan tenaga ekstra untuk optimasi baik on-page maupun off-page. Dengan membidik beberapa long tail keyword dalam 1 artikel, Anda sudah menghemat waktu dari segi optimasi on-page di dalam artikel, dan menghemat biaya jika membayar content writer (penulis konten). Dari segi optimasi off-page, Anda tidak perlu pusing-pusing dengan penalty issue untuk anchor text yang berlebihan karena dengan keyword turunan maka keyword utama Anda menjadi lebih bervariasi.
Dan nantinya seiring dengan waktu, ketika keyword turunan sudah mulai meranking, biasanya keyword utama akan naik dengan sendirinya. Juga sebaliknya, jika keyword utama naik, turunannya kemungkinan besar juga ikut terdongkrak.

Dari keempat cari di atas, cara nomor 2,3 dan 4 adalah yang paling sering saya gunakan. Untuk cara pertama agak jarang karena tidak semua jenis keyword bisa diaplikasikan dengan cara tersebut.

Dan berikut trafik salah satu blog lokal menggunakan cara diatas, yang digabungkan dengan teknik penulisan artikel seo disini



Umur blog baru 4 bulan, itupun diberi backlink baru di bulan ketiga. Cek studi kasusnya disini.
Jumlah postingan 13 biji

Previous Post
Next Post

0 komentar: