Saturday, December 16, 2017

Penjelasan Tentang Tahun Baru Islam Terbaru Lengkap

Penjelasan Tentang Tahun Baru Islam Terbaru Lengkap. Tahun Baru Islam adalah hari libur yang merayakan datangnya tahun baru kalender Islam. Liburan ini juga menghormati berdirinya Islam dan migrasi Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah.

Sementara Tahun Baru Islam menghormati beberapa momen penting dalam Islam, liburan di Indonesia juga merayakan berbagai kelompok budaya. Karena itu, banyak orang menggunakan Tahun Baru Islam untuk mendukung slogan “kesatuan melalui keragaman” pemerintah Indonesia.


Tahun Baru Islam 2018 dan 2019

Tradisi
Ada banyak tradisi yang digunakan orang Indonesia untuk merayakan Tahun Baru Islam. Banyak dari tradisi ini tidak dapat ditemukan di luar Indonesia.

Parade: Di Timur Tengah, Tahun Baru Islam adalah peristiwa yang cukup tenang dengan sedikit perayaan. Ini tidak terjadi di Indonesia. Muslim Indonesia menikmati parade yang menghormati berdirinya Islam. Penghibur, penari, dan berbagai tampilan bergerak merayakan Tahun Baru Islam di parade ini. Selain tema Islam, parade ini juga mencakup bendera Jawa dan ikon budaya lain-lain. Ini merupakan indikasi bahwa Indonesia menghargai keragaman.
Download kalender nasional 2018 full screen PDF, 
klik di bawah :
Bacaan: Selama Tahun Baru Islam, banyak Muslim Indonesia akan membaca kitab suci tentang migrasi Nabi Muhammad dari Mekah ke Madinah. Setelah membaca beberapa ayat terpenting tentang kejadian ini dalam Quran, umat Islam Indonesia akan sering berdiskusi dengan teman dan keluarga mereka. Banyak orang juga akan merefleksikan tindakan mereka sendiri.

Lampah Mubeng Beteng: Salah satu ritual Tahun Baru Islam paling unik adalah lampah Mubeng Beteng. Lampah Mubeng Beteng adalah pawai istana yang berlangsung di Yogyakarta setiap tahunnya. Muslim Indonesia yang tinggal di Yogyakarta akan bergabung dengan para bangsawan istana setempat untuk berbaris mengelilingi sekeliling properti istana. Selama ritual Lampah Mubeng Beteng, peserta tidak diijinkan berbicara, makan, minum, atau merokok. Sebagai gantinya, peserta diharapkan untuk merenungkan kemuliaan Tuhan dan keberuntungan mereka sendiri. Ini adalah kesempatan bagi peserta untuk bersyukur atas situasi kehidupan mereka. Ritual ritual ini terjadi pada Malam Tahun Baru Islam.
Previous Post
Next Post

0 komentar:

close